edvano – berbagi sukacita

Melayani Orang Tua Yang Sakit

by on Oct.23, 2011, under Ceritaku

Beberapa kali saya diperhadapkan dengan orang tua yang sedang sakit. Mungkin karena sudah berusia lanjut, jadi kehidupan mereka begitu dekat dengan Tuhan. Saya sangat bersyukur bisa melayani mereka, karena dari sanalah saya semakin yakin bahwa Yesus yang saya sembah benar-benar nyata.

Ketika saya datang kepada mereka, ada banyak cerita yang sangat menguatkan saya. Cerita ini saya dapat dari sanak saudara yang ada bersama dengan orang tua yang sakit tersebut.

Banyak orang yang mengatakan bahwa itu adalah halusinasi orang yang sakit. Tetapi bagi saya, itu lebih daripada halusinasi. Itu adalah peristiwa nyata yang sedang di alami oleh orang tua yang sakit tersebut.

Saya sangat bersyukur karena cerita “halusinasi” mereka bagus. Ada yang cerita bahwa mereka sedang dalam perjamuan yang sangat ramai. Kemudian bertemu dengan Tuhan Yesus dan Yesus siap mengajaknya. Ada juga yang mengatakan bahwa dia harus pulang karena ada dua malaikat yang menjemputnya dengan menggunakan kereta. Ada juga yang dijemput oleh malaikat, tetapi dia minta supaya bisa melihat cucu dulu, baru mau ikut malaikat tersebut. Akhirnya dia merasa sembuh dan pulang dari rumah sakit. Sampai di rumah, dia bisa melihat cucunya, dan setelah itu akhirnya meninggal dengan tenang.

Dalam hati saya berkata, kalau saya nanti meninggal, saya juga ingin menceritakan hal tersebut. Tentunya hal yang indah. Memang ada beberapa juga yang ketakutan untuk menghadapi kematian. Biasanya orang-orang ini adalah orang yang jarang pergi ibadah. Seandainya sering ibadah, orang tersebut tidak mempunyai kehidupan yang mencerminkan Kristus. Dan kematiannya sangat mengenaskan serta menyedihkan.

Saya sangat rindu jika harus mendampingi orang yang akan meninggal, orang tersebut sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi. Dan ternyata, orang-orang yang mau menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat, kematiannya dihiasi dengan senyuman yang indah. Kematian bisa dilewati dengan senang dan tanpa ketakutan. Kalau sudah seperti ini, ibadah penghiburan pun mudah.

Bagi kita yang masih hidup, kita bisa belajar dari peristiwa tersebut di atas. Kalau ada orang yang mati, lihatlah apakah wajah mereka tersenyum atau ketakutan. Kalau tersenyum, saya percaya dia sudah bersama Yesus. Kalau wajahnya mengerikan dan penuh dengan ketakutan, mungkin (saya pun tidak yakin, takut menyinggung) mereka sedang bersama setan. Karena itu, bagi orang percaya “hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan”.


Leave a Reply

Arsip