Info
Firman Tuhan via SMS
by edvano on Apr.06, 2011, under Info, SMS
Melihat dan memperhatikan respon dari pengunjung edvano.com yang masih sangat suka menggunakan sms sebagai sarana untuk berkomunikasi, maka kami rindu untuk berbagi kebenaran firman Tuhan melalui SMS.
- untuk sementara fasilitas ini tidak bisa digunakan. silahkan cek sms firman Tuhan di web ini atau like facebook edvano.com -
SMS di bawah ini adalah sms yang sudah pernah kami kirimkan kepada beberapa orang. Dan ternyata mereka merasa diberkati. Kami berharap pelayanan ini akan membawa kita semakin mengenal Tuhan. Tuhan Yesus memberkati!!
Di bawah ini ada beberapa SMS:
Apakah saudara merasa ditinggalkan Tuhan? Nama kita terlukis di tanganNya, dan seharusnya namaNya terlukis kuat di hati kita. Apakah saudara dalam kesesakan? Tetaplah teguh, jangan goyah, Tuhan penjagamu tidak terlelap. Ada waktuNya, Dia pasti bertindak untuk kebaikan kita (Yes 49:15). Percayalah dan tetap bersemangat.
Dosa mendatangkan murka Allah, tetapi hidup taat mendatangkan berkat yang maksimal. Mari kita matikan dan membuang jauh-jauh dosa yang ada serta kenakanlah semua hal-hal yang bersifat rohani, maka berkat Tuhan tercurah (Kol 3:5-17)
Tuhan tidak datang kepada umat yang hanya mencari berkat-berkatNya. Dia datang kepada umat yang mencari wajahNya (Maz 105:4).
Roh Kudus adalah pribadi Tuhan. Dia ada di dalam diri kita jika kita mengundangNya. Dia akan pergi kalau kita mendukakanNya. Dia yang menuntun kita untuk lebih mengenal Yesus (Yoh 14:15-17).
Kesabaran itu seperti tumbuhan yang pahit, namun menghasilkan buah yang sangat manis. Ini saatnya kita bertekun dan sehati untuk berdoa dan menantikan pengurapan Roh Kudus (Kis 1:12-14).
Pujian penyembahan yang dinaikkan dengan benar akan menyentuh hati Tuhan sehingga Ia bertindak mengubah masalah kita yang besar menjadi mujizat besar dalam hidup kita (2 Taw 20:1-30).
Masalah adalah sarana Tuhan untuk membentuk kita menjadi anak-anakNya yang serupa dengan Kristus. Kita tidak perlu merasakan bahwa mengikut Yesus akan susah, sebab Tuhan tidak akan mengijinkan suatu masalah melampaui kekuatan kita. Dengan kebijaksanaanNya Ia mengukur seberapa mampu kita memikul suatu beban (Roma 8:26-28)
Sebutir benih yang di tabur lebih bermakna daripada segenggam benih yang di simpan (2 Kor 9:10, 1 Pet 1:23).
Tuhan bekerja terbaik ketika kita mengakui kelemahan kita dengan tulus di hadapan Tuhan. Renungkan beberapa ayat ini supaya Tuhan memberikan pengertian kepada kita: 2 Kor 13:14, 2 Kor 12:1-10, 1 Kor 1:27.
Kita ibarat sebuah sarung tangan, dan Yesus adalah tangannya. Tanpa TANGAN di dalam yang menggerakkan, sarung tangan tidak akan bisa berbuat apa-apa (Yoh 15:1-8).
Perlu latihan untuk bisa terus menerus menempel pada Tuhan. Sediakan minimal 1 jam untuk berdoa, baca firman, bangun pergaulan yang akrab dengan Tuhan dalam aktivitas kita sehari-hari. Dan lakukanlah semuanya itu dengan konsisten (tidak jemu-jemu). Mat 26:40.
Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup! (Amos 5:4). Bukan hanya mencari tahu tentang Dia, tetapi dapatkan perhatianNya. Gerakkan hatiNya (Mrk 2:1-5).
Yakinlah bahwa karunia rohani masih disediakan Tuhan untuk memperlengkapi kita. Karunia itu justru akan dinyatakan Tuhan ketika kita memberitakan injil (Mrk 16:15-16).
Roh Kudus adalah pribadi yang hidup. Dia punya perasaan, bisa disukakan dan didukakan. Karena itu, mari kita belajar memperlakukan Dia dengan benar, yaitu dengan membangun hubungan yang akrab denganNya (Kej 6:9-22).
Dosa mendatangkan murka Allah, tetapi hidup taat mendatangkan berkat yang maksimal. Mari kita matikan dan membuang jauh-jauh dosa yang ada serta kenakanlah semua hal-hal yang bersifat rohani, maka berkat Tuhan tercurah (Kol 3:5-17)
Perkataan syukur dan perkataan positif harus di latih, karena kecenderungan manusia lebih mudah mengatakan hal yang negatif. Tanpa kita sadar, kita sering memperkatakan kutuk. Jadi, berhati-hatilah. (1 Tes 5:18). Selamat memulai hari yang baru dengan perkataan yang memberkati.
Kunci untuk mendapatkan berkat dan kemenangan dari Tuhan adalah Penguasaan Diri (Hak 7:2-7). Selamat berkarya. Tuhan Yesus memberkati.
Kekristenan bukan jalan yang mudah dan bukan paksaan, tetapi kerelaan berjuang dalam ketaatan kepada kehendak Tuhan (Ibr 12:1-3)
Orang Kristen yang dewasa rohani akan mendahulukan kewajibannya kepada Tuhan dan tidak menuntut hak-haknya (2 Kor 11:1-3)
Yesus mencintai kita dengan menyerahkan diriNya, maka kita juga harus mencintaiNya dengan menyerahkan diri kita sepenuhnya (Luk 14:25-33)
Tujuan didikan Bapa adalah agar kita memiliki kekudusan seperti kekudusanNya, supaya kita bisa hidup dalam persekutuan denganNya (Ibr 12:5-11)
Yang perlu kita lakukan adalah hdiup benar dan mendahulukan Kerajaan Sorga dengan motivasi yang murni yaitu hanya karena mengasihi Tuhan, maka itu semua akan ditambahkan kepada kita (Mat 6:33)
Yang Tuhan rindukan bukan hanya kita tahu dan kenal Dia. Dia ingin kita intim dengan Dia, bukan hanya minta, tetapi berbicara dari hati ke hati, muka dengan muka (Yoh 15:9-17)
YESUS SUDAH BANGKIT!! Dia menang atas maut. Karena itu, orang percaya bersukacita (1 Kor 15:14)
Mari kita mempersiapkan diri untuk kemuliaan Tuhan. 2 Sam 1-23 mengajarkan kepada kita untuk masuk dalam hadirat Tuhan, supaya roh kita semakin kuat. Rasakan kehadiranNya di manapun kita berada.
Kasih yang rela berkorban membawa perubahan yang luar biasa. Menjadi serupa dengan Kristus adalah tujuan hidup kita, supaya penderitaan Kristus tidak sia-sia. Di hari Jumat Agung ini kita harus menjadi manusia baru, semakin mengasihi Tuhan (Yes 53).
Ketika kita menyadari bahwa segala sesuatu ada waktunya, kita tidak akan tertekan sekalipun perjuangan kita seolah-olah belum mendatangkan hasil, sehingga kita bisa menikmati hidup kita (1 Raja 17:1-6). Tuhan turut bekerja dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan bagi hidup kita. Tetap SEMANGAT!!
Setelah diselamatkan oleh iman kepada Kristus, setiap orang percaya harus mengabarkan Injil bagi semua orang: bagi keluarga, orang-orang di sekitar kita atau kemana pun Tuhan utus. Orang Kristen tidak boleh berdiam diri, karena di sekitar kita banyak orang menuju kebinasaan (Fil 3:10-14)
Kita mentaati Tuhan bukan karena paksaan, tetapi karena kita mengasihi Dia dan percaya bahwa Dia mengetahui yang terbaik buat kita. Kita ikut Yesus karena terima kasih kita kepada Dia untuk semua yang telah Dia lakukan bagi kita. Lebih dekat kita ikut Dia, lebih dalam persahabatan kita dengan Tuhan (Yak 4:8)
Identitas kekristenan yang paling mencolok adalah kasih. Kadang ketika kita mengasihi, perlu pengorbanan. Kita mengasihi bukan untuk mendapat pujian, tetapi karena hati kita telah dipenuhi oleh kasih Kristus. Kasih kita harus meluap keluar dan memberkati orang lain (Yoh 3:16)
Gunakan doa untuk menyampaikan apa yang ada di hati kita kepada Tuhan. Ceritakan kepada Tuhan hal-hal yang membuat kita tertekan, kecewa, marah, sakit hati, dan lain-lain. Mintalah tolong kepada Tuhan dan jadilah pembawa damai (2 Kor 5:18).
Penyembahan yang paling dalam adalah ketika memuji Tuhan meskipun kita sedang kesakitan, berterima kasih kepadaNya walaupun kita di dalam pencobaan, mempercayai Dia ketika dalam godaan, berserah ketika dalam penderitaan, dan mencintaiNya ketika Dia Nampak jauh (Yes 8:17).
Tuhan menginginkan seluruh hidup kita. Tuhan tidak tertarik dengan janji yang setengah-setengah, ketaatan yang tidak penuh, atau sisa waktu dan uang kita. Dia meminta segenap hati, segenap jiwa, pikiran dan kekuatan kita (Mrk 12:30).
Alasan Tuhan memperhitungkan Ayub dan Daud sebagai sahabat dekatNya adalah karena mereka menghargai firmanNya di atas segala hal. Mereka memikirkan dan melakukan firmanNya sepanjang hari (Ayb 23:12, Maz 119:97, Maz 77:12). Tuhan akan membagikan rahasiaNya kepada kita.
Orang yang menanam amarah dan menyiramnya dengan kebencian, akan menghasilkan buah kegeraman. Tetapi orang yang menanam kasih dan memupukinya dengan kesabaran, akan menghasilkan buah ketenangan (Ef 4:17-32).
Jika kita tinggal di dalam Yesus dan Yesus tinggal di dalam kita, kita akan berbuah banyak. Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yoh 1:5).
Kemarin adalah sejarah. Besok adalah misteri. Hari ini adalah hadiah dari Tuhan. Hadiah terbesar pada hari ini adalah bahwa Tuhan masih memberikan kehidupan kepada kita. Karena itu pergunakan baik-baik hari ini (Maz 106:1).
Apa yang Tuhan pilih, dibersihkanNya. Apa yang Tuhan bersihkan, dibentukNya. Apa yang di bentuk Tuhan, dipenuhiNya. Apa yang dipenuhi Tuhan, digunakanNya. Siapkan diri kita menjadi bejana yang bisa digunakan oleh Tuhan (Yoh 15:16).
Mari mulai meninggalkan sifat-sifat manusia lama (malas, marah yang tidak terkendali, sakit hati, kecewa dan lain-lain) dan mengenakan manusia baru: penuh sukacita dan damai sejahtera, bertambah kasih kepada Tuhan dan sesama, membenci dan menghindari dosa, membawa damai bagi orang lain (2 Kor 5:16-19).
Terkadang Tuhan menggunakan cara-cara yang tidak dapat kita pahami untuk membawa kita masuk dalam rencanaNya yang jauh lebih besar dari yang kita pikirkan. Maka dalam segala hal yang kita hadapi, tetaplah percaya bahwa Tuhan itu baik dan Ia selalu menyediakan rencana yang indah bagi anak-anakNya yang selalu berharap kepadaNya (Why3:7-13).
Tahu kehendak Tuhan adalah hikmat terbesar. Menemukan kehendak Tuhan adalah penemuan terbesar. Melakukan kehendak Tuhan adalah prestasi terbesar. Jangan pernah menyerah, tetapi berserahlah selalu kepada Tuhan (1 Kor 15:58). Jangan meminta dari Tuhan apa yang kita anggap baik, tetapi mintalah apa yang menurut Tuhan baik untuk kita
Dari batu kita belajar ketegaran. Dari air kita belajar ketenangan. Dari tanah kita belajar kehidupan. Dari Tuhan kita belajar arti kasih yang sesungguhnya. Kasih akan terwujud jika pelaku kasih telah bertemu dengan Pemberi Kasih (1 Kor 13). Selamat belajar mengasihi.
Kita di percaya untuk menjadi “kepanjangan tangan” Tuhan di muka bumi untuk membagikan kasih dan berkatNya. Kita bisa menikmati perjalanan hidup kita, ketika kita menjadikan hidup kita berguna bagi Tuhan dan orang-orang yang kita kasihi (1 Tes 5:1-28).
Doa adalah kegiatan yang sangat produktif, karena melalui doa kita mengijinkan Roh Kudus bekerja dalam hidup kita. Sadarkah kita bahwa banyak kesempatan yang terbuang karena kita malas berdoa. Tuhan Yesus walaupun sibuk, tetap berdoa rutin setiap hari. Jadi, awali hari ini dengan doa (Mat 14:23, Luk 6:12)
Terkadang Tuhan menggunakan cara-cara yang tidak dapat kita pahami, untuk membawa kita masuk dalam rencanaNya yang jauh lebih besar dari yang kita pikirkan. Maka dalam segala hal yang kita hadapi, tetaplah percaya bahwa Tuhan itu baik dan Ia selalu menyediakan rencana yang indah bagi anak-anakNya yang selalu berharap kepadaNya (Why 3:7-13)
Kita pasti pernah berbuat dosa, meski dalam menjalankan puasa sekalipun. Saat itu kita merasa tidak layak di hadapan Tuhan sehingga kehidupan kita tidak penuh dengan damai sejahtera. Meninggalkan kehidupan dosa dan berbalik datang kepada Tuhan merupakan pintu pembuka menuju hidup yang penuh sukacita sejati (Yoh 15:1-17)
Setiap manusia mempunyai batas kekuatan. Energi akan berkurang saat kita beraktivitas. Karena itu kita perlu mengisi ulang kekuatan kita dengan cara bersekutu dengan Kristus sebagai sumber kekuatan sejati. Milikilah waktu setiap hari untuk bersekutu dengan Tuhan, sehingga kekuatan baru selalu mengalir dalam hidup kita (Yes 40)
Kebaikan yang kita lakukan hari ini, mungkin besok sudah dilupakan orang. Tetapi jangan pernah berhenti berbuat baik (Gal 6:1-9, 2 Tes 3:1-15)
Salib memberi kita kemampuan untuk mengesampingkan kepentingan diri dan keegoisan. Tuhan merendahkan diri sedemikian rupa agar manusia berdamai kembali denganNya. Melalui salib, Tuhan menunjukkan bahwa perdamaian sungguh terjadi. Karena itu, berdamailah dengan semua orang (Roma 5)
Dalam hidup kita, banyak masalah yang bisa membuat kita tertekan, sedih dan putus asa. Dalam berbagai tantangan hidup itu, kita perlu menjaga hati supaya tetap bersukacita. Sukacita memberikan pengharapan dan kekuatan untuk melangkah serta memampukan anak-anak Tuhan melewati masa-masa sukar (Fil 4:1-23)
Tuhan tidak akan membiarkan anak-anakNya berjuang dengan sia-sia. Milikilah kesetiaan dalam segala pengharapan kita. Di mana ada KESETIAAN, KETEKUNAN serta KEMAUAN, di situ pasti Tuhan buka jalan (Yes 40:31)
Memaafkan bukan hal yang mudah. Manusia sering memberi maaf, tetapi di dalam hati ada niat untuk balas dendam. Yusuf bisa memaafkan saudara-saudaranya karena pengalamannya bersama Tuhan. Sebenarnya memaafkan justru akan membuat kita merdeka (Kej 50:15-21). Coba dan alamilah !
Tidak jarang hidup kita seperti Yusuf. Ada saatnya kita mengalami masalah dan hal-hal yang pahit dalam hidup kita. Tuhan ingin kita berani menatap masa depan kita meskipun saat ini kita mungkin sedang dalam kondisi tidak menyenangkan. Tuhan sudah menyediakan rancangan masa depan yang terbaik untuk kita (Kej 50:15-21)
Iman yang teguh, sabar menantikan waktu Tuhan, pantang menyerah dan gigih sampai akhirnya, akan menghasilkan keberhasilan dan mujizat Tuhan dalam hidup kita. Lakukan bagian kita dengan sebaik-baiknya, dan Tuhan pasti melakukan bagianNya (Kej12:1-9)
Rahasia dari tekun bertahan adalah mengingat bahwa kesakitan kita adalah sementara, tetapi upahnya adalah kekal (Roma 8:17-18). Bersabar dan bertekun adalah proses pembentukan karakter Kristus (Yak 1:3-4). Jadi, jangan mudah menyerah!
Ada berkat yang besar saat seseorang mengutamakan Tuhan. Bagaimana mengutamakan Tuhan? Renungkan Maz 1 dan Maz 84. Hari ini, sediakan waktu 30 menit untuk bertemu muka dengan muka secara pribadi dengan Tuhan. Selamat bertemu dengan Tuhan !
Jangan sampai hal ini terjadi pada kita: (1) Kita telah meninggalkan kasih yang semula (Why 2:4), (2) Kita dikatakan hidup padahal kita mati (Why 3:1), (3) Kita suam-suam kuku dan Aku akan memuntahkan engkau (Why 3:16), (4) Kita telah memulai dengan Roh, akankah mengakhiri dengan daging? (Gal 3:3)
Puasa sama seperti melemahkan kuasa daging, sehingga secara roh kita kuat. Berdoa dan puasa memiliki dampak yang hebat untuk iman kita, karena dapat membangun dan mengokohkan iman kita saat menghadapi tantangan hidup dan membuat kita memiliki urapan baru dari Sorga. (Imamat 23:26-32)
Terkadang Tuhan menggunakan cara-cara yang tidak dapat kita pahami, untuk membawa kita masuk dalam rencanaNya yang jauh lebih besar dari yang kita pikirkan. Maka dalam segala hal yang kita hadapi, tetaplah percaya bahwa Tuhan itu baik dan Ia selalu menyediakan rencana yang indah bagi anak-anakNya yang selalu berharap kepadaNya (Why 3:7-13)
Orang yang bersyukur memiliki pandangan yang jauh ke depan, bahkan mampu melihat pelangi kasih di balik awan yang kelam, karena kuasa Tuhan menopangnya (Kol 2:6-15, 1 Tes 5:18)
Puasa yang membawa perubahan dan pertobatan, bisa membuat Tuhan mengubah keputusanNya (Yun 3:1-10). Puasa yang benar tidak akan membuat kita sakit, tetapi akan membuat kita semakin bersyukur kepada Tuhan
Pada waktu engkau berpuasa sesuai dengan kehendak Tuhan, maka terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan dipulihkan segera. Kebenaran dan kemuliaan Tuhan akan mengikutimu (Yes 58:6-8)
Tips Memilih Durian
by edvano on Mar.10, 2011, under Info
Durian adalah salah satu buah favorit saya, dan untuk beberapa tahun belakangan ini bisa dinikmati selama dua kali musim dalam setahun di Pontianak. Selama ini saya tidak bisa memilih durian yang enak, sehingga saya biasanya makan di tempat, dipilihkan oleh penjualnya. Karena kalau makan di tempat, dan ternyata durian tidak bagus, bisa segera di ganti oleh penjual. Saya mendapatkan tips cara memilih buah durian yang baik dari Koran Pontianak Post, sehingga saya bisa makan durian di rumah. Ternyata tipsnya sangat bagus, jadi saya bagikan di sini. Siapa tahu ada teman-teman yang suka durian, bisa menggunakan tips ini:
- Dari tampilan awal, durian yang bagus adalah durian yang masih segar, tampak dari bagian kulitnya yang tidak kering layu dan menciut.
- Dari segi aromanya, durian yang bagus adalah yang aroma duriannya kuat dan harum ketika di cium dari luar.
- Di lihat dari duri-duri pada kulitnya, pilihlah durian yang memiliki duri yang jarang-jarang tetapi tajam.
- Dari segi bentuk, pilihlah durian dengan bentuk yang bulat ataupun bulat yang agak memanjang. Hindari memilih durian berbentuk melengkok, karena ketika di buka akan ada sekat di mana sekat tersebut tidak berisi buah sama sekali atau isinya ada tetapi kecil.
- Dengarkan bunyinya. Apabila buah durian tersebut ketika di ketuk berbunyi agak nyaring, maka durian tersebut durian masak yang bagus. Sebaliknya apabila ketika di ketuk bunyinya kurang nyaring seperti benda padat, maka duriannya setengah masak alias masak karena di peram dan bukan masak dari pohonnya.
- Berhati-hatilah dengan bercak kecoklatan yang ada pada kulit durian, bisa jadi durian tersebut telah busuk di dalamnya karena di makan ulat.
- Boleh saja membeli durian yang kulitnya merekah di bawah, yang biasa kalau di Pontianak di beri karet gelang di bagian bawah buahnya. Tetapi dengan catatan buahnya terlihat segar dan bukan buah yang lamanya telah lebih dari tiga hari. Buah durian yang kulitnya merekah di bagian bawah apabila isi dalamnya terkena udara terlalu lama akan merubah rasa hangat dari isinya sendiri.
- Di lihat dari segi warna, kulit buahnya itu sendiri tergantung selera Anda seperti apa terhadap durian. Durian dengan kulit berwarna hijau kekuningan cenderung memiliki buah yang isinya hangat dan manisnya agak pahit. Sedangkan durian dengan kulit berwarna kuning cenderung memiliki isi yang lebih lembek, manis, namun isinya tidak hangat.
Tips menetralkan perut yang panas setelah mengkonsumsi durian: Tuangkan air dan sedikit garam pada kulit durian yang masih ada remeh-remeh sisa daging buahnya, di aduk, lalu di minum.
Pohon Natal di Pontianak masuk MURI
by edvano on Jan.12, 2011, under Info
Mungkin agak terlambat saya menceritakan ini. Tapi tidak apa-apalah, yang penting sekarang sudah sempat untuk menulisnya.
Di halaman Pendopo Gubernur Kalimantan Barat berdiri megah pohon natal dengan tinggi 37,5 meter. Pohon ini sangat indah jika di lihat pada malam hari. Menurut berita di beberapa media, pohon natal ini menggunakan bahan dasar kayu cerucuk (kayu tanpa cabang yang banyak tumbuh di Kalimantan Barat, biasanya juga digunakan untuk konstruksi pondasi rumah atau jalan). Jumlahnya sampai 108 meter kubik. Pohon natal ini dikerjakan selama 1,5 bulan dan mulai menyala pada tanggal 22 Desember 2010. Pohon natal yang menghabiskan kain hijau sebanyak 1.500 meter ini mencatatkan rekornya di Museum Rekor Indonesia (Muri) dengan kategori Pohon Natal kontruksi kayu. Menurut berita, lebih tinggi di Menado, tetapi di sana didirikan dengan menggunakan bahan bamboo.
Pohon natal ini di hias dengan pernak-pernik pohon natal seperti umumnya, dan dihiasi juga dengan lampu seri sebanyak 500 buah dan lampu sorot 50 ribu watt. Menurut yang saya dengar, biaya yang digunakan berasal dari dana pribadi gubernur Kalimantan Barat (Cornelis).
Pada tanggal 24 Desember 2010, di malam hari, diadakan pesta kembang api di sekitar pohon natal tersebut, membuat suasana natal di Kalimantan Barat semakin meriah. Semua masyarakat dapat menonton pertunjukan tersebut dengan bebas. Apalagi masyarakat diberi kebebasan untuk masuk ke lingkungan Pendopo Gubernur, dan Pak Cornelis menyebutkan bahwa Pendopo Gubernur adalah “Istana Rakyat”.
Pesan Natal PGI & KWI 2010
by edvano on Dec.17, 2010, under Info
PESAN NATAL BERSAMA
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI)
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI)
TAHUN 2010
TEMA NATAL:
“Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia”
(bdk. Yoh. 1:9)
Saudara-saudari yang terkasih,
segenap umat Kristiani Indonesia di mana pun berada,
Salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus.
Pada saat ini kita semua sedang berada di dalam suasana merayakan kedatangan Dia, yang mengatakan: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup” (Yoh. 8:12). Dalam merenungkan peristiwa ini, rasul Yohanes dengan tepat mengungkapkan: “Terang yang sesungguhnya itu sedang datang ke dalam dunia. Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya” (Lih. Yoh.1:9-11). Suasana yang sama juga meliputi perayaan Natal kita yang terjalin dan dikemas untuk merenungkan harapan itu dengan tema:“Terang yang sesungguhnya sedang datang ke dalam dunia”.
Saudara-saudari terkasih,
Kita bersyukur boleh hidup dalam suatu negara yang secara konsti-tusional menjamin kebebasan beragama. Namun akhir-akhir ini gejala-gejala kekerasan atas nama agama semakin tampak dan mengancam kerukunan hidup beragama dalam masyarakat. Hal ini mencemaskan pihak-pihak yang mengalami perlakuan yang tidak wajar dalam masyarakat kita. Kita semakin merasa risau akan perkembangan “peradaban” yang mengarus-utamakan jumlah penganut agama; “peradaban” yang memenangkan mereka yang bersuara keras berhadapan dengan mereka yang tidak memiliki kesempatan bersuara; “peradaban” yang memenangkan mereka yang hidup mapan atas mereka yang terpinggirkan. Peradaban yang sedemikian itu pada gilirannya akan menimbulkan perselisihan, kebencian dan balas-dendam: suatu peradaban yang membuahkan budaya kematian daripada budaya cinta yang menghidupkan.
Keadaan yang juga mencemaskan kita adalah kehadiran para penanggungjawab publik yang tidak sepenuhnya memperjuang-kan kepentingan rakyat kebanyakan. Para penanggungjawab publik memperlihatkan kinerja dan moralitas yang cenderung merugikan kesejahteraan bersama. Sorotan media massa terhadap kinerja penanggungjawab publik yang kurang peka terhadap kepentingan masyarakat, khususnya yang terungkap dengan praktik korupsi dan mafia hukum hampir di segala segi kehidupan berbangsa, sungguh-sungguh memilukan dan sangat memprihatinkan, karena itu adalah kejahatan sosial.
Sementara itu, keadaan masyarakat yang semakin jauh dari sejahtera, termasuk sulitnya lapangan kerja, semakin memperparah kemiskinan di daerah pedesaan dan perkotaan. Keadaan ini diperberat lagi oleh musibah dan bencana yang sering terjadi, baik karena faktor murni alami maupun karena dampak campur-tangan kesalahan manusiawi, terutama dalam penanganan dan penanggulangannya. Sisi-sisi gelap dalam peradaban masyarakat kita dewasa ini membuat kita semakin membutuhkan Terang yang sesungguhnya itu.
Terang yang sesungguhnya, yaitu Yesus Kristus yang menjelma menjadi manusia, sudah datang ke dalam dunia. Walaupun banyak orang menolak Terang itu, namun Terang yang sesung-guhnya ini membawa pengharapan sejati bagi umat manusia. Di tengah kegelapan, Terang itu menumbuhkan pengharapan bagi mereka yang menjadi korban ketidak-adilan. Bahkan di tengah bencana pun muncul kepedulian yang justru melampaui batas-batas suku, agama, status sosial dan kelompok apa pun. Terang itu membawa Roh yang memerdekakan kita dari pelbagai kegelapan, sebagaimana dikatakan oleh Penginjil Lukas: “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampai-kan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang” (Luk. 4:18-19).
Natal adalah tindakan nyata Allah untuk mempersatukan kembali di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu yang telah diciptakan-Nya (Lih. Ef. 1:10). Semua yang dilihat-Nya baik adanya itu (Lih. Kej. 1:10), yang telah dirusakkan dan diceraiberaikan oleh kejahatan manusia, menemukan dirinya di dalam Terang itu. Oleh karena itu, dengan menyambut dan merayakan Natal sebaik-baiknya, kita menerima kembali, ? dan demikian juga menyatukan diri kita dengan ? karya penyelamatan Allah yang baik bagi semua orang.
Di dalam merayakan Natal sekarang ini, kita semua kembali diingatkan, bahwa Terang sejati itu sedang datang dan sungguh-sungguh ada di dalam kehidupan kita. Terang itu, Yesus Kristus, berkarya dan membuka wawasan baru bagi kesejahteraan umat manusia serta keutuhan ciptaan. Inilah semangat yang selayaknya menjiwai kita sendiri serta suasana di mana kita sekarang sedang menjalani pergumulan hidup ini.
Saudara-saudari terkasih,
Peristiwa Natal membangkitkan harapan dalam hidup dan sekaligus memanggil kita untuk tetap mengupayakan kesejahteraan semua orang. Kita juga dipanggil dan diutus untuk menjadi terang yang membawa pengharapan, dan terus bersama-sama mencari serta menemukan cara-cara yang efektif dan manusiawi untuk memperjuangkan kesejahteraan bersama.
Bersama Rasul Paulus, kami mengajak seluruh umat kristiani di tanah air tercinta ini: “Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan” (Rm. 12:21), karena dengan membalas kejahatan dengan kejahatan, kita sendirilah yang dikalahkannya.
Selanjutnya kita wajib ikut-serta mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur, bahkan melalui usaha-usaha kecil tetapi konkret seperti menjalin hubungan baik dengan sesama warga masyarakat demi kesejahteraan bersama. Kita turut menjaga dan memelihara serta melestarikan lingkungan alam ciptaan, antara lain dengan menanam pohon dan mengelola pertanian selaras alam, dengan tidak membuang sampah secara sembarangan; mempergunakan air dan listrik seperlunya, mempergunakan alat-alat rumahtangga yang ramah lingkungan.
Dalam situasi bencana seperti sekarang ini kita melibatkan diri secara proaktif dalam pelbagai gerakan solidaritas dan kepedulian sosial bagi para korban, baik yang diprakarsai gereja, masyarakat maupun pemerintah.
Marilah kita memantapkan penghayatan keberimanan kristiani kita, terutama secara batiniah, sambil menghindarkan praktik-praktik ibadat keagamaan kita secara lahiriah, semu dan dangkal. Hidup beragama yang sejati bukan hanya praktik-praktik lahiriah yang ditetapkan oleh lembaga keagamaan, melainkan berpangkal pada hubungan yang erat dan mesra dengan Allah secara pribadi.
Akhirnya, marilah kita menyambut dan merayakan kedatangan-Nya dalam kesederhanaan dan kesahajaan penyembah-penyembah-Nya yang pertama, yakni para gembala di padang Efrata, tanpa jatuh ke dalam perayaan gegap-gempita yang lahiriah saja. Marilah kita percaya kepada Terang itu yang sudah bermukim di antara kita, supaya kita menjadi anak-anak Terang (Yoh.12:36). Dengan demikian perayaan Natal menjadi kesempatan mulia bagi kita untuk membangkitkan dan menggerakkan peradaban kasih sebagai tanda penerimaan akan Terang itu dalam lingkungan kita masing-masing. Dengan pemikiran serta ungkapan hati itu, kami mengucapkan:
SELAMAT NATAL 2010 DAN TAHUN BARU 2011
Jakarta, 12 November 2010
Atas Nama
PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA (PGI),
Pdt. Dr. A.A. Yewangoe
Ketua Umum
Pdt. Gomar Gultom, M.Th.
Sekretaris Umum
KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI),
Mgr. M.D. Situmorang OFM Cap.
Ketua
Mgr. J.M. Pujasumarta
Sekretaris Jenderal
Dengar Radio Rohani Via Internet
by edvano on Apr.23, 2010, under Info
Silahkan klik tombol play, kemudian tunggu beberapa saat sampai tersambung dengan siaran radionya. Jika tidak menggunakan internet explorer, biasanya semua langsung play secara otomatis. Solusinya, radio yang tidak ingin kita dengar bisa di mute atau di stop.
Radio Ichthus Semarang 96.5 FM
Radio Rhema Semarang 88.65 FM
Radio El Shaddai Solo 91.30 FM
Radio GoodNews Semarang 94.9 FM
Radio Komunitas Muria Jepara 107.8 FM
Radio Keruxon Semarang 107.7 FM
Radio BeFM Semarang
Jika link tidak bisa di buka dan didengarkan, silahkan menghubungi kami lewat Flexi: 0561-7530540
Komentar