edvano – berbagi sukacita

Jumat Agung

SMS Jumat Agung

by on Apr.22, 2011, under Jumat Agung

Hari ini Jumat Agung. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengirimkan SMS Jumat Agung. Saya simpan di sini supaya bisa di pakai di masa mendatang, dan bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman yang masih menggunakan SMS untuk mengucapkan SMS memperingati Jumat Agung:

Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar – tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati – Hanya satu Sahabat sejati dalam hidup ini yang telah rela mati bagi kita. Ia tidak lain adalah Yesus. “Tetelestai”. Selamat Jumat Agung.

Kematian dan kebangkitanNya merupakan bukti bahwa Yesus berkuasa atas bumi dan sorga. Dia datang untuk melayani, bukan untuk dilayani dan memberikan nyawaNya menjadi tebusan bagi banyak orang. Percayalah!!

Berita duka: Telah meninggal dunia seorang Anak Manusia dengan hina dan sengsara di atas kayu salib untuk menebus dosa manusia. Dia rela berkorban memberikan nyawaNya demi keselamatan kita semua. Apakah balasan kita untuk kasihNya? Selamat menghayati Jumat Agung.

Karena Kristus telah memenangkan peperangan, kita dimampukan untuk mengatasi pencobaan (Galatia 5:24).

Dan kita telah mati bersamaNya, di kubur bersama Dia dan dibangkitkan bersama Kristus, sehingga kita yang percaya kepadaNya, dosa tidak berkuasa lagi (Roma 6:1-14).

Kita bersyukur Yesus menjadi domba dan korban demi pembebasan dari perbudakan dosa dan Iblis. Mari mewujudkan syukur kita dengan mengasihi Tuhan dan sesama dengan sungguh-sungguh.

Yesus berkuasa menyelamatkan dengan “SEMPURNA” (Ibrani 7:25). Ingat penderitaan Kristus pada Jumat Agung.

33 tahun Aku menyiapkan diriKu untuk korban bagi dunia. 3 tahun Aku menyampaikan berita sukacitaKu. 30 keping perak Aku dikhianati. 3 km Aku memikul salib. 3 jam Aku tergantung di kayu salib. 3 paku ditancapkan di kaki dan tanganKu. 3 liter darahKu tercurah bagimu. 3 hari Aku di dalam kuburan, dan 3 kata yang ingin aku sampaikan: “Aku mengasihi engkau”.

Dia yang dicaci, yang diludahi, yang di benci oleh banyak orang, yang rela untuk di salib, yang di siksa, yang di hina, yang mau mengorbankan nyawaNya bagi kita, yang kemudian bangkit untuk kita. Betapa besar kasihNya. Tinggalkan SESUATU untuk Tuhan, tetapi jangan tinggalkan Tuhan untuk SESUATU, karena dalam hidup ini Sesuatu akan meninggalkan kita. Tetapi Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Tiada jalan yang penuh derita selain jalan salib suci. Tiada mawar tanpa duri, tiada mahkota tanpa salib. Tiada kebahagiaan tanpa derita dan korban. Tiada Firdaus tanpa tragedi Golgolta. Namun hanya melalui salib, kita sampai kepada kebangkitan dan kemuliaan.

A rising tomb, the silent dead to grace, fast by the roarings of the main we place; the rising tomb a lofty column bore, and high above it rose the tapering oar.

Kristus telah mati untuk segala dosa kita. Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar supaya Ia membawa kita kepada Tuhan (1 Pet 3:16)

Jika ada 1000 orang yang mau berkorban untuk orang lain, aku pasti akan menjadi salah satu di antara mereka. Jika ada 100 orang bersedia menolong orang lain yang kesusahan, akupun akan menjadi salah satu di antara mereka. Jika ada 10 orang bersedia memberikan tumpangan kepada orang lain, aku juga adalah salah satu di antara mereka. Tetapi jika ada satu orang yang bersedia mati di kayu salib demi orang lain, hanya DIA lah satu-satunya yang bersedia. Tuhan kita yang setia, Yesus Kristus Sang Penebus Dosa. PengorbananNya di ayas kayu salib harus  menjadikan kita semakin taat dan setia kepadaNya.

Remember that Jesus was die for us at the cross, so do the best for Him.

Salib yang kasar menandakan betapa besar penderitaanNya.

Saat ini, di tanah ini, kita lahir kembali bagai selembar kertas putih yang tidak bernoda. Di Kalvari, pengorbanan yang mulia dilakukanNya demi menghapus dosa segenap umat karena kasihNya yang begitu sempurna. Maknai bahwa sesungguhnya kita sangat berharga dan mulia di mataNya

Kematian Kristus tidak sekedar cerita tetapi bukti kasih Allah kepada kita, orang berdosa.

Pengorbanan Yesus, bukti kasih dan kemenangan (1 Kor 15:57) untuk kita, yakni menang atas: maut, konsep diri yang salah, tantangan dan kesulitan, perasaan takut yang keliru, hidup memuliakan Dia, untuk gerejaNya.

Ia kena malu supaya kita tidak dipermalukan. Ia kena kutuk supaya kita diberkati. Ia telah di ikat supaya kita dibebaskan. Ia menyaringkan suaraNya, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?” supaya kita tidak ditinggalkan Dan akhirnya Ia menyelesaikan pekerjaanNya, waktu Ia berseru “sudah selesai”.

Matahari bertanya kepada Tuhan: “untuk siapa aku bersinar?”. Bulan juga bertanya, “untuk siapa aku bercahaya?”. Pelangi pun bertanya, “untuk siapa keindahanku?”. Angin ikut bertanya, “untuk siapa aku berhembus?”. Dan Yesus pun bertanya pada Bapa, “untuk siapa Aku di salib?”. Dan Bapa menjawab, “untuk anakKu terkasih?”. Lalu, kita untuk siapa?

 

Leave a Comment more...

Arsip

eXTReMe Tracker