Tulisan
Tarian Anak
by edvano on Dec.07, 2011, under Ceritaku, Video
Tarian yang lucu, karena di dalamanya ada anak saya. Jadi ya ku tampilkan di sini, biar narsis wkwkwk
Selamat menikmati…..
Valentine
by edvano on Feb.14, 2011, under Ceritaku
Bagi saya, tidak ada yang istimewa di hari Valentine. Lha wong waktu kecil saya juga tidak pernah mendengar hari aneh ini. Kelas 2 SMP saya mulai mengerti bahwa hari valentine adalah hari coklat. Tapi, sayangnya sampai saat ini saya belum pernah memberi dan menerima coklat pada saat hari valentine.
Saya menjadi penasaran ketika ada pro dan kontra tentang valentine. Ada yang merayakan, tetapi ada juga yang menolak untuk merayakan. Bahkan untuk mengucapkan selamat valentine saja tidak diperbolehkan. Setelah saya cari tahu lebih banyak tentang asal-usul dari valentine, malah saya jadi tambah bingung, karena paling tidak ada tiga versi cerita yang mengisahkan tentang sejarah valentine. Sampai saat ini pun saya tidak tahu pasti, cerita mana yang bisa dipercaya.
Terlepas dari semua itu, saya tetap bersukacita kalau ada rekan-rekan yang merayakan valentine. Tetapi, orang-orang yang percaya kepada Kristus harus merayakannya sesuai dengan firman Tuhan. Karena banyak orang yang menggunakan momen seperti ini untuk melakukan dosa perzinahan. Setiap hari valentine, koran Pontianak Post selalu memberitakan tentang peningkatan penjualan kondom pada hari menjelang valentine. Beberapa pegawai apotik yang diwawancarai, ternyata mereka juga tidak mempedulikan siapa yang membeli alat kontrasepsi tersebut. Apakah mereka sudah menikah atau belum menikah?? Bahkan saya pernah dengar ada juga yang pesta seks. Apakah ini sebenarnya tujuan valentine ??
Valentine day didefinisikan sebagai hari kasih sayang. Yesus adalah tokoh yang penuh kasih. Harusnya kita meneladani Dia, dalam melakukan kasih itu. Di dalam ayat terkenal di Yohanes 3:16, adalah bentuk kasih Bapa yang rela mengorbankan anaknya dan kasih Yesus yang rela mengorbankan dirinya. Jadi, intinya kasih yang diajarkan oleh Yesus adalah kasih yang memberi dan rela berkorban.
Uniknya Perayaan Natal di Indoesia
by edvano on Dec.19, 2010, under Artikel
Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dan banyak budaya. Setiap daerah memiliki tradisi unik dalam merayakan Natal. Semua tradisi perayaan ini tidak mengurangi makna dan kemeriahan hari Natal:
- Di Sumatra Utara, masyarakat Batak memiliki tradisi Marbinda. Dalam tradisi ini, mereka menyembelih seekor hewan bersama-sama di hari raya. Hewan yang di sembelih merupakan hasil kesepakatan menabung bersama antara beberapa orang. Jika jumlah peserta patungan banyak, hewan yang di sembelih bisa kerbau. Jika sedikit, biasanya hanya babi.
- Kemeriahan Natal juga dirasakan di Jakarta. Di Jakarta ada Kampung Tugu. Di kenal sebagai tempat komunitas warga keturunan Portugis bermukim. Di Kampung Tugu ada tradisi unik dalam merayakan Natal, yakni setelah ibadah, warga berziarah ke kuburan yang terletak di samping gereja. Kemudian mereka menjalankan tradisi Rabo-Rabo, yaitu bermain musik keroncong dan menari bersama sambil keliling kampung untuk mengunjungi sanak saudara. Setiap penghuni rumah yang habis dikunjungi wajib mengikuti rombongan pemain keroncong sampai ke rumah terakhir. Puncak perayaan terdapat dalam tradisi mandi-mandi. Warga berkumpul di rumah sanak familinya, lalu mereka dengan serunya saling mencoret-coret muka satu sama lain dengan bedak putih sebagai simbol membersihkan kesalahan yang lalu menjelang tahun baru.
- Di Yogyakarta perayaan Natal penuh dengan nuansa budaya. Biasanya Pendeta memimpin ibadah dengan memakai baju beskap dan blangkon, memakai bahasa Jawa halus, lengkap dengan pertunjukan wayang kulit bertema “Kelahiran Kristus”. Di sana juga ada tradisi saling mengunjungi pada tanggal 25 Desember.
- Perayaan di balut tradisi budaya daerah juga ada di Bali. Biasanya mereka merayakannya dengan mengenakan pakaian khas daerah, yakni kebaya, selendang, kain kamen dan destar. Warna yang biasa di pakai adalah hitam-putih. Pada masa perayaan Natal, kompleks gereja di hias dengan batang bambu yang di hias janur, sebuah ornamen khas Bali yang bernama Penjor.
- Di bagian timur Indonesia, perayaan Natal tidak kalah meriah. Biasanya pada Natal diadakan sebuah festival budaya dan pariwisata bertajuk “Lovely December”. Festival ini di mulai sejak awal Desember. Di buka dengan pemotongan kerbau belang dan mencapai puncak pada tanggal 26 Desember dengan arak-arakan yang di sebut lettoan. “Lovely December” terbuka untuk semua orang. Mereka bisa menikmati karnaval, bazar natal, kontes kerbau, pentas-pentas seni, aneka acara adat, pameran kerajinan tangan dan kuliner. Masyarakat setempat pun sibuk menghias rumah, kantor dan gereja.
- Perayaan Natal di Manado diadakan sejak 1 Desember dengan ibadah pra-natal yang dilaksanakan tiap hari sampai Natal tiba. Sayuran yang paling di cari menyelang Natal di sini adalah buncis. Banyak juga keluarga yang memiliki tradisi menjenguk kuburan kerabatnya dan makan bersama di sana, biasanya menjelang tahun baru. Pada momen itu, kuburan sekalian dibersihkan dan terkadang ditambahi lampu hiasan. Rangkaian kemeriahan Natal ini berakhir pada Minggu pertama Januari dengan tradisi kunci tahun, di mana warga pawai keliling kampung dengan kostum-kostum lucu.
- Di Flores, Natal identik dengan meriam bambu yang diledakkan hampir di setiap sudut kota pada malam Natal. Anak muda biasa begadang semalaman pada tanggal 24 Desember sambil sesekali main kembang api dan minum moke.
- Di Ambon, Natal diwarnai bunyi sirine kapal dan lonceng gereja yang dibunyikan serentak pada tengah malam 24 Desember. Momen ini juga identik dengan pertemuan keluarga besar.
- Tradisi unik lainnya ada di Papua. Warga Papua memiliki tradisi pesta barapen atau bakar batu, yakni sebuah ritual kuliner lokal untuk mengolah babi sebagai ungkapan kebahagiaan Natal. Selain itu, di banyak tempat di pasang dekorasi bertema kelahiran Yesus, lengkap dengan lagu-lagu Natal yang di putar 24 jam.
Sumber: Pontianak Post, 19 Desember 2010
Jejaring Sosial vs Jurang Sosial
by edvano on Nov.17, 2010, under Ceritaku
Artikel dari Tempo Interaktif yang saya bahasakan ulang. Mungkin bisa menjadi bahan untuk kita merenungkan perilaku kehidupan berinternet (berjejaring sosial) kita:
Sepasang suami istri duduk di kafe, di bawah cahaya lampu yang remang-remang. Mereka duduk tenang dengan dua gelas kopi di meja. Hampir selama setengah jam mereka tidak saling berbicara. Mereka justru terpaku pada layar laptop masing-masing. Keduanya sibuk mengakses situs jejaring sosial dengan menggunakan fasilitas wifi gratis di kafe itu.
Mungkin saudara pernah bertemu dengan kondisi seperti ini. Ataukah saudara orangnya ?? Mereka menggunakan laptop, ponsel maupun berry-berry. Orang sering asyik sendiri dengan mengakses facebook atau twitter. Dua situs jejaring sosial ini memang paling banyak disukai, karena anggotanya mencapai ratusan juta. Banyak orang yang terikat dengan situs jejaring sosial, hingga membuat mereka menyepi dan jatuh ke jurang sosial. (continue reading…)
Peka Akan Suara Tuhan
by edvano on Nov.14, 2010, under Inspirasi
Sewaktu jaman telegraph sedang berjaya, ada seorang anak muda yang begitu mencintai sandi-sandi morse dan bermimpi dapat bekerja di perusahaan pengiriman pesan kilat tersebut. Hingga suatu hari kesempatan itu datang, perusahaan mengumumkan adanya sebuah lowongan pekerjaan. Dengan bersemangat anak muda tersebut datang ke perusahaan tersebut untuk melamar pekerjaan itu.
Ketika memasuki perusahaan telegraph itu, ia terkagum-kagum melihat sekeliling, bagaimana para karyawan sibuk bekerja dan terdengar ramai suara-suara sandi morse.
Namun ternyata peminat atas pekerjaan itu tidak sedikit. Banyak orang telah duduk menunggu untuk melakukan wawancara. Oleh repsesionis ia di minta mengisi formulir sambil duduk menanti bersama para pelamar lainnya. (continue reading…)

Komentar